“Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.” (II Kor 3:3)
November 27, 2010
ANGLIKAN MENUJU ROMA
Kira-kira 500-600 orang Anglikan (Gereja Inggris), dipimpin oleh lima uskup dan 50 imam, akan bergabung dengan Gereja Roma Katolik di bawah suatu sistem baru yang diciptakan oleh Paus Benedict ("Churches Lose Their Vicars as Anglicans 'Jump Ship,'" The Telegraph, 21 Nov. 2010). Program Vatican tersebut mempermudah para Anglikan untuk beralih kepada Gereja Katolik. Tujuannya adalah untuk menggoda "tradisionalis yang melawan imam perempuan, keimamatan yang gay dan pemberkatan persatuan sesama seks" ("Vatican Seeks toLure Disaffected," Denver Post, 20 Okt. 2009). Program tersebut mengizinkan para Anglikan untuk bergabung dengan Gereja Katolik sambil masih mempertahankan beberapa praktek mereka sendiri, termasuk keimamatan yang menikah. Mereka juga dapat beralih secara grup daripada sendiri-sendiri. Rowan Williams, Uskup Agung Canterbury (kepala dari Gereja Anglikan di bawah ratu/raja Inggris), diberitahukan mengenai program ini hanya beberapa jam sebelum diumumkan tahun lalu (Inilah praktek saling menghormati ekumenikal!). The Daily Telegraph baru-baru ini mengumumkan bahwa lima uskup Anglikan memimpin peralihan itu. Rowan Williams, Uskup Agung Canterbury, memperingatkan bahwa kepergian itu akan membuat sebagian paroki Anglikan tanpa pemimpin.
November 20, 2010
APAKAH ROMA 14 MENGAJARKAN UNTUK TIDAK SEPARASI ATAS DOKTRIN-DOKTRIN YANG "TIDAK FUNDAMENTAL"?
Dalam sebuah artikel yang berjudul "Ecclesiastical Separation," Clayton Reed, gembala sidang dari Gereja Baptis Southlake, di Southlake, Texas, mengklaim bahwa separasi seharusnya hanya berlaku untuk doktrin-doktrin penting seperti Injil dan bahwa adalah salah untuk memisahkan diri atas hal-hal yang "tidak fundamental" seperti cara pembaptisan, bahasa lidah, post-milenialisme, Arminianisme dan Kalvinisme, dan afiliasi dengan Southern Baptist Convention. Ia menyimpulkan, "...kita harus bergabung dengan semua orang Kristen yang rela dan bersemangat untuk memajukan kerajaan Allah sementara masih ada waktu untuk bekerja." Untuk mendukung posisi ini, Reed mengutip Roma 14:4, mencabik ayat tersebut dari konteksnya. Sebenarnya, Roma 14 sama sekali tidak mengajarkan bahwa ada hal-hal di Firman Allah yang sekunder dalam hal bagaimana kita harus menaatinya atau bagaimana kita harus memisahkan diri berdasarkan hal-hal tersebut. Roma 14 bukan berbicara mengenai doktrin yang "tidak essensial." Contoh-contoh yang diberikan sang Rasul adalah masalah makan daging dan merayakan hari-hari tertentu. Mengenai hal-hal ini Alkitab tidak berbicara [Editor: Alkitab mengatakan bahwa boleh makan daging (1 Kor. 6:12), tetapi tidak mengharuskan makan daging. Jadi kalau ada yang tidak mau makan daging, terserah dia. Alkitab mengajarkan agar orang Kristen tidak menganggap hari tertentu kudus (Kolose 2:15; Galatia 4:10-11), tetapi tidak melarang orang Kristen merayakan hari kemerdekaan, hari ucap syukur (thanksgiving), natal, dll.] Tidak ada keharusan bagi orang Kristen untuk melakukan hal-hal ini. Jadi, Roma 14 membahas bagaimana kita menyikapi topik-topik yang TIDAK DIAJARKAN SECARA JELAS DALAM ALKITAB. Dalam hal-hal yang Allah tidak perintahkan dengan jelas, ada kebebasan. Di sisi lain, dalam hal-hal yang Allah telah perintahkan dengan jelas, satu-satunya kebebasan adalah untuk taat. Memang tidak semua pengajaran Alkitab memiliki bobot yang sama, tetapi sama sekali tidak ada petunjuk bahwa ada doktrin yang harus dianggap "tidak fundamental" dalam arti kita boleh memeliharanya dan boleh juga tidak. Satu-satunya doktirn yang "tidak fundamental" adalah yang didasarkan pada pendapat manusia. Mereka yang menekankan adanya doktrin-doktrin yang "tidak penting" tidak memberitahu kita apa tandanya doktrin yang seperti itu, dan sekali seseorang percaya filosofi tersebut, maka daftar doktrin "tidak fundamental" akan bertambah seiring waktu sambil ia memperluas asosiasi dengan mereka yang berlainan doktrin. Kami yakin bahwa filosofi "dalam hal-hal penting persatuan, dalam hal-hal tidak penting kebebasan" adalah jalan dari fundamentalisme menuju gerakan emerging church.
SETELAH FATWA, GEMBALA SIDANG DI PAKISTAN DIPUKULI DENGAN BATU BATA
Berikut ini disadur dari Compass Direct News, 5 Nov. 2010: "Ekstrimis Islam di Islamabad pada hari Senin (1 November) memukuli dengan batu bata dan tongkat hockey seorang pelayan Kristen yang menerima fatwa mati. Rev. Dr. Suleman Nasri Khan, seorang mantan pejuang di Afghanistan sebelum pertobatannya kepada kekristenan pada tahun 2000, menderita cedera kepala serius, retak tulang lengan, dan patah tulang di pergelangan kaki kiri di dalam penyerangan oleh 10 ekstrimis Muslim; ia mampu mengenali dua orang dari antara mereka sebagai Atta-Ullah Attari dan Allama Masaud Hussain. Penyerangan di Chashma tersebut, dekat kota Iqbal di Islamabad, terjadi setelah fatwa oleh cendekiawan Islam Allama Nawazish Ali tanggal 25 Oktober untuk membunuh Khan, gembala sidang dari Gereja Kuasa Penyembuhan Allah di daerah Kalupura di kota Gujrat. Seorang mufti (cendekiawan Islam) dan anggota dari Dawat-e-Islami, yang mengorganisir pembelajaran Quran dan Sunnah, Ali memiliki otoritas untuk mengeluarkan fatwa. Khan, 34 tahun, telah pindah ke sebuah apartemen yang disewa di Islamabad setelah melarikan diri dari rumahnya di Gujrat karena ancaman-ancaman maut terhadap dia dan keluarganya, demikian dia tuturkan. Fatwa tersebut, yaitu suatu perintah agamawi yang harus ditaati oleh semua Muslim, dikeluarkan setelah Khan memprotes kekerasan anti-Kristen di Kalupura bulan lalu. Ekstrimis-ekstrimis Muslim yang tahu akan pertobatannya pertama kali menyerang Khan pada tahun 2008 – membunuh anak pertamanya, Sana Nasri Khan yang berumur 3 bulan. Ia dan istrinya Aster Nasri Khan berhasil lolos."
PENGKHOTBAH SOUTHERN BAPTIST YANG AGNOSTIK
Sebuah laporan di ABC World News menggambarkan dua orang pelayan Southern Baptist yang agnostik (posisi tidak tahu apakah Allah ada atau tidak ada). Para pengkhotbah itu, yang hanya disebutkan nama depannya saja, Adam dan Jack, dikutip mengatakan kehilangan iman mereka ketika dikonfrontasikan dengan tulisan-tulisan atheis seperti Richard Dawkins. Orang yang diidentifikasi sebagai Adam mengatakan, "Saya menjadi sadar bahwa semua yang telah diajarkan kepada saya untuk saya percayai itu ternyata sangat selektif, dan tidak pernah melihat dengan sungguh-sungguh pengajaran sekuler atau filosofi lain....Saya berpikir, 'Ya Tuhan. Apakah saya percaya hal-hal yang salah? Apakah saya sudah menghabiskan seumur hidup dan seluruh karir saya mempromosikan sesuatu yang tidak benar?'" ("Atheist Ministers Struggle with Leading the Faithful," ABC World News, 9 Nov. 2010). Saya sama sekali tidak tahu siapa "pelayan-pelayan" ini atau bagaimana ABC News menemukan mereka, tetapi saya sama sekali tidak kaget bahwa orang-orang semacam ini memang ada. Rata-rata gereja Baptis, apakah itu Southern atau Independen, tidak mempersiapkan orang-orang muda untuk menghadapi skeptikisme zaman ini. Orang-orang muda diberikan entertainment, bukan dimuridkan. Mereka diajar untuk semangat masalah olahraga dan kebudayaan pop dan bukan tentang Tuhan dan FirmanNya. Iman yang Alkitabiah bukanlah lompatan ke dalam kegelapan. Iman yang benar didasarkan kepada bukti historis yang kuat. Lukas menggambarkannya sebagai "banyak tanda" (many infallible proofs di Kis. 1:3). Tidaklah sulit untuk mempertahankan Alkitab dan Injil terhadap tuduhan-tuduhan para "atheis baru" yang tidak berhikmat, tetapi kebanyakan gereja bahkan tidak berusaha.
November 13, 2010
DESAIN RADAR KELELAWAR YANG SPESIAL
Berikut ini dari CreationMoments.net, 13 Oktober 2010: "Pada dasarnya, radar terdiri dari dua bagian. Transmitter mengirimkan gelombang-gelombang radar yang kuat. Tetapi bagian lain dari sistem radar adalah sebuah receiver yang sangat sensitif yang tidak dapat tahan terhadap signal yang dikirim keluar yang begitu kuat. Salah satu masalah teknis besar yang harus diatasi dalam mengembangkan radar modern melibatkan bagaimana caranya mengirimkan sinyal yang kuat tanpa merusak receiver yang sangat sensitif. Yang akhirnya dikembangkan oleh para ilmuwan adalah suatu mekanisme on-off yang sangat cepat, yang mematikan receiver yang sensitif itu setiap kali suatu gelombang radar dikirim keluar. Kelelawar, yang memiliki sistem radar sonic mereka sendiri, telah menyelesaikan masalah ini dari awalnya. Telinga mereka adalah receivernya. Mereka memiliki otot di telinga mereka yang menutupi telinga tersebut selama sepersekian detik ketika kelelawar sedang mengirimkan sinyal mereka yang berfrekuensi tinggi. Tanpa fitur ini, sistem navigasi kelelawar tidak ada gunanya sama sekali. Bagaimana mungkin seekor kelelawar mengetahui bahwa ia memerlukan kemampuan ini dan lalu memutuskan untuk menumbuhkan otot itu dan jaringan-jaringan lain yang diperlukan untuk pekerjaan ini? Ketika orang memutuskan untuk berkata bahwa ciptaan, bukannya Pencipta, yang telah menjadikan diri mereka sendiri, maka kesimpulan akhirnya sungguh konyol!"
Subscribe to:
Posts (Atom)