October 3, 2009

SINDROM TUJUAN YANG BAIK

Berikut ini disadur dari buku John Asbrook, Axioms of Separation (Mentor, OH: Here I Stand Books, n.d.): "Di dalam 2 Tawarikh 18, Ahab yang tidak takut Tuhan memerangkap Yosafat yang saleh dengan sindrom `tujuan yang baik.' Orang-orang Siria menaklukkan kota Ramot-Gilead di perbatasan. Demi keamanan baik Israel maupun Yehuda, kota itu harus diamankan. Atas dasar tujuan yang baik ini, Yosafat bergabung dengan Ahab. Iman Yosafat dikompromikan sambil dia mendengar para nabi palsunya Ahab. Dengan daya pilah yang dimiliki seorang percaya, ia tahu bahwa orang-orang ini bukanlah hamba Allah. Seorang nabi yang sejati, Mikha, dipanggil ke hadapan mereka dan menyatakan kebenaran; tetapi sampai pada titik tersebut, Yosafat sudah terlalu jauh di dalam komprominya sehingga ia berpihak kepada Ahab dan bukan kepada Mikha. Kompromi mengikat lidah anda sehingga anda tidak bisa menegur kesalahan. Seperti yang dikatakan oleh Charles Spurgeon, `Terlibat dalam kesalahan akan membuat orang yang terbaik sekalipun tidak mampu menegur kesalahan tersebut.' Allah, dalam rahmat karuniaNya, menyelamatkan Yosafat. Namun, ketika Raja Yosafat pulang ke rumahnya di Yerusalem, Allah mengutus nabi Yehu untuk menemuinya sebagai komite penyambutan dengan kata-kata berikut, "Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci TUHAN? Karena hal itu TUHAN murka terhadap engkau" (2 Taw. 19:2). Kerajaan Yosafat tidak pernah sama lagi semenjak peristiwa itu. Saya rasa dia akan menyangkal bahwa dia mengasihi Ahab. Ia mungkin berkata bahwa Ahab sangat menyebalkan baginya. Namun dia berkata "Ya," dan bukan "Tidak.".... .Saya pernah membaca bahwa `penginjilan adalah kelemahan fundamentalisme [dalam hal separasi].' Ini benar....Kata- kata yang telah memerangkap banyak gembala sidang untuk ikut dalam suatu penginjilan yang ekumenikal adalah, `Brother, ini untuk memenangkan jiwa.' Jangan biarkan tujuan apapun, termasuk memenangkan jiwa, membuat anda melanggar perintah Tuhan. Ada lagi satu hal praktis yang perlu diingat berkaitan dengan sindrom `tujuan baik.' Anda bisa saja mendukung atau menentang suatu perkara tanpa pernah bergabung dengan organisasi apapun. Anda tidak perlu bergabung dengan organisasi Right to Life untuk melawan aborsi. Anda tidak perlu bergabung dengan suatu organisasi untuk melawan komunisme atau pornografi.. ..Misi, gerakan-gerakan, dan usaha-usaha penginjilan akan datang kepada anda untuk mencari dukungan anda. Beberapa akan tampak seolah memiliki hal-hal yang baik, tetapi mereka tidak mau mendeklarasikan diri mempraktekkan separasi. Hati-hatilah! Secara aktif menegur kesesatan adalah bagian dari separasi Alkitabiah. Jika ada grup yang tidak mau membayar harga itu, ia akan memimpin kepada kumpulan yang beraneka ragam [secara rohani]."

ORANG-ORANG MUSLIM DI AMERIKA MEMINTA PERLINDUNGAN

Berikut ini disadur dari "Muslim `Apostates,' " Washington Times, 25 Sept. 2009: "Lima orang mantan Muslim yang mendirikan sebuah grup bernama Former Muslim United (Mantan Muslim Bersatu), mengeluarkan sebuah permintaan publik hari Kamis kepada pemerintah AS untuk mendapatkan perlindungan, sambil mengatakan bahwa nyawa ribuan `pemurtad dari Islam' berada dalam bahaya. Berbicara di hadapan konferensi pers di Capitol Hill, grup yang berasal dari Granada Hill, California itu mengambil contoh Fathima Rifqa Bary, seorang wanita 17 tahun dari Ohio yang bertobat masuk Kristen empat tahun lalu. Dia lalu lari ke Florida musim panas yang baru lalu ini karena ketakutan orang tuanya akan membunuh dia karena alasan `kehormatan. ' Ayahnya, menurut kesaksian sang wanita muda itu di pengadilan, telah mengancam akan membunuh dia....Wafa Sultan yang lahir di Siria, salah satu dari lima orang pendiri grup ini, telah menerima ancaman pembunuhan, kata grup tersebut, dan mereka memprediksi bahwa kasus-kasus seperti ini akan meningkat dan menjadi lebih buruk saat satu generasi Muslim yang lahir di AS, yang kebanyakan lahir dari orang tua imigran, menjadi dewasa. `Kita akan mendapatkan lebih banyak lagi Rifqa Bary di Amerika karena anak-anak memberontak, ' kata Nonie Darwish, direktur grup tersebut yang lahir di Mesir. `Saya kenal keluarga-keluarga di Los Angeles yang anak-anaknya tidak ikut ke Mesjid dan orang tua mereka mengancam mereka.'.... .Hukum Islam mengamanatkan kematian bagi lelaki dewasa yang murtad. Wanita yang murtad di penjara seumur hidup atau kadang-kadang dibunuh. Jika salah satu dari sepasang suami istri meninggalkan Islam, pernikahan itu dinyatakan gugur dan sang pemurtad kehilangan hak atas anak-anak... .. `Ada tendensi memandang enteng bahaya dari hukum Syariah dan Islamisasi di dunia Barat,' kata Ibn Warraq, penulis buku `Leaving Islam' (2003) yang lahir di Pakistan.' `Sayap kiri bertendensi sangat kritis terhadap kekristenan tetapi tidak terhadap Islam,' ia menambahkan. `Islam diperbolehkan untuk melakukan apa saja.' .....Mrs. Darwish mengatakan bahwa dia telah melaporkan ancaman-ancaman pribadi terhadap dirinya kepada FBI, tetapi tidak ada apa-apa yang dilakukan. `Kami yang Amerika ini ketakutan akan hidup kami,' dia mengatakan. `Tidak ada agama lain di bumi yang menuntut kematian bagi mereka yang meninggalkan agama tersebut – kecuali para mafia. Dan dalam kasus itu, minimal anda sendiri yang memilih untuk masuk mafia. Tetapi anda dilahirkan ke dalam Islam.'"

KOIN-KOIN MESIR DENGAN GAMBAR YUSUF DITEMUKAN

Berikut ini disadur dari "Archaeologists Find `Joseph-era' Coins," Jerusalem Post, 25 Sept. 2009: "Para arkeolog telah menemukan koin-koin Mesir kuno yang menerakan nama dan gambar Yusuf yang dalam Alkitab, koran Al Ahram di Kairo baru-baru ini melaporkan. Kutipan-kutipan yang disediakan oleh MEMRI menunjukkan bahwa koin-koin itu ditemukan di antara banyak artefak-artefak yang belum disortir yang tersimpan di Museum Mesir.... `Pemeriksaan yang seksama memperlihatkan bahwa koin-koin ini menerakan tahun pembuatan mereka dan nilai mereka, atau gambar para Firaun yang memerintah saat pencetakan koin-koin tersebut. Ada beberapa koin yang berasal dari zaman saat Yusuf hidup di Mesir, dan mengandung namanya dan gambarnya,' demikian laporan tersebut."

September 26, 2009

EKUMENISME DALAM BAPTIS INDEPENDEN, BAGIAN I, MENYERANG SEPARASI

Saya melihat ada suatu gerakan yang semakin bertumbuh, yaitu "ekumenisme Baptis independen" atau "ekumenisme fundamentalis. " Menurut pandangan ini, para fundamentalis seharusnya melakukan separasi terhadap orang-orang yang sudah jelas adalah penyesat (yang benar-benar kacau) tetapi harus mendukung kesatuan di antara kita sendiri. Kita tidak seharusnya terpisah oleh isu-isu seperti cara berpakaian, musik, cara menyembah, teks dan versi Alkitab, metode penginjilan, pertobatan, separasi, dll. Inilah filosofi yang dipromosikan oleh Charles Keen dalam buku "Thinking Outside the Box" (First Bible International, 2003). Seseorang memberikan buku ini kepada saya dalam perjalanan terakhir saya ke Amerika Serikat, dan saya memutuskan untuk mereviewnya karena Dr. Keen adalah seorang pemimpin Baptis Independen yang berpengaruh dan filosofinya ini semakin menyebar. Mengingat akan pelayanan penggembalaannya di First Baptist Church, Milford, Ohio selama 35 tahun, dan bagaimana ia telah mendirikan pelayanan Bearing Precious Seed yang besar di sana, saya agak ragu untuk melakukan hal ini, dan saya tahu dari pengalaman bahwa akan ada cukup banyak permusuhan yang diarahkan pada diri saya karena kritik ini, dan saya akan semakin diberi label sebagai "pemecah-belah" ; tetapi saya percaya bahwa kritik ini memang perlu. Buku Keen mengandung poin-poin yang bagus. Para Baptis Independen memang perlu ditantang untuk membuang tradisi-tradisi manusia dan berpikir di luar kotak dalam pengertian tersebut. Rata-rata gembala sidang Baptis Independan sama terikatnya dengan tradisi dibandingkan seorang Episkopal. Andai saja saya dapat meneruskan nada seperti ini dan berfokus pada hal-hal yang bagus dalam buku ini, tetapi ada masalah yang menonjol. Buku ini mengandung pikiran Injili yang sangat nyata. Dengan cara yang tipikal Injili, Keen banyak menyerang separasi. Walaupun dia berkata percaya akan separasi, ia sama sekali tidak cukup memberikan penekanan pada topik tersebut di zaman yang penuh dengan kesesatan dan kompromi ini. Seharusnya, kita bahkan harus lebih semangat lagi memberitakan separasi, bukan mendorong orang untuk mengecilkannya. Perhatikan petikan berikut: "Separasi ekklesiologis (gerejawi) dapat membuat dukungan kelompok kita sedemikian kecil sehingga tidak ada dampak kita bagi dunia" (hal. 32). "....pendirian kita yang bagus dalam hal separasi telah membuat kita tanpa sadar menarik diri dari penginjilan dunia" (hal. 80). "Penekanan berlebihan pada separasi membuat kita berpaling pada diri sendiri, padahal kita disuruh untuk `pergi' ke luar ke seluruh dunia" (hal. 81). "Dunia sedang mati dan masuk neraka. Allah sedang kehilangan penyembah dengan laju 3 orang per detik. Apakah perbedaan-perbedaan kita cukup besar untuk membenarkan hal itu?" (hal. 82). KOMENTAR OLEH SDR. CLOUD: Sama sekali tidak ada keperluan untuk mempertentangkan separasi melawan penginjilan dunia seolah-olah kedua hal itu bermusuhan. Keduanya adalah hal yang perlu; keduanya diperintahkan oleh Allah. Saya, sebagai contoh, melakukan keduanya. Istri saya dan saya telah menghabiskan berdekade-dekade hidup kami memulai gereja-gereja di tengah-tengah apa yang disebut Jendela 10/40 [maksudnya negara-negara yang terletak di antara lintang 10 dan lintang 40]. Dr. Keen berbicara mengenai mengutus orang untuk melakukan hal ini. Kami telah melakukannya. Kami memiliki kehormatan mendirikan gereja Baptis yang pertama di Nepal pada tahun 1980an, dan target kami saat ini adalah mendirikan 100 gereja baru melalui penginjilan pribadi dan mendidik pengkhotbah- pengkhotbah. Anak-anak kami yang telah menikah juga terlibat dalam proyek ini. Anda tidak perlu secara artifisial membagi kebenaran menjadi yang penting dan yang tidak penting, dan lalu menyerang dan mengeruhkan separasi Alkitabiah dan mempromosikan missiologi yang sangat dipertanyakan untuk mematuhi perintah Kristus akan penginjilan dunia. Separasi yang Alkitabiah tidak menghalangi penginjilan yang Alkitabiah; ia justru melindunginya dari kesalahan.

PERSENTASE GEMBALA SIDANG WANITA BERTAMBAH DUA KALI LIPAT DALAM 10 TAHUN TERAKHIR

Sebuah penelitian oleh Barna menemukan bahwa persentase wanita "Protestan" yang melayani sebagai gembala sidang senior di AS telah meningkat dua kali lipat dalam dekade terakhir (Christian Post, 15 Sept. 2009). Jumlah gembala sidang wanita saat ini ada pada angka 10%. Alkitab telah meluruskan masalah ini 2000 tahun yang lalu, tetapi di zaman kesesatan ini, Firman Allah kebanyakan diabaikan demi filosofi dan tradisi manusia. Rasul Paulus menulis di bawah ilham ilahi, "Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri" (1 Timotius 2:12).