January 22, 2011

ALMARHUM PAUS AKAN DI"BEATIFIKASI" PADA BULAN MEI

Vatikan telah mengumumkan bahwa almarhum Paus John Paul II akan di"beatifikasi" tanggal 1 Mei sebagai suatu langkah penting untuk menuju status santo Katolik. Komisi "santo-santa" telah menetapkan bahwa paus yang telah mati itu melakukan suatu mujizat doa ketika ia merespons doa-doa Marie Simon-Pierre, seorang biarawati Perancis yang disembuhkan dari penyakit Parkinson. Normalnya, diperlukan waktu penungguan selama 5 tahun setelah seseorang meninggal barulah proses menjadi santo dapat dimulai, tetapi untuk John Paul II proses tersebut telah dipercepat sejak kematiannya tahun 2005. Proses agar bunda Teresa menjadi santu juga sedang dipercepat dan ia sudah di-beatifikasi pada tahun 2003, enam tahun setelah kematiannya. Doktrin santo-santa Katolik adalah kesesatan. Tidak ada dalam Alkitab kita temukan orang-orang Kristen di gereja-gereja rasuli berdoa kepada santo-santa. Alkitab menginstruksikan kita untuk berdoa kepada Allah Bapa melalui Yesus Kristus, satu-satunya pengantara antara Allah dan manusia (1 Timotius 2:5). Berdoa kepada manusia biasa, lelaki atau perempuan, adalah penghujatan. Dalam Perjanjian Baru, istilah "orang kudus" (santo) diterapkan kepada semua orang Kristen yang sudah sungguh lahir baru, bukan kepada suatu kelompok spesial (Kis. 9:13, 32, 41; 26:10, dll.). Bahkan orang-orang Kristen yang kedagingan di Korintus pun disebut orang-orang kudus (2 Kor. 1:1). Orang-orang Kristen lahir baru bukanlah santo karena mereka tidak berdosa atau hidup sangat saleh; mereka santo (orang kudus) karena mereka memiliki Juruselamat yang tidak berdosa yang Ia telah menghilangkan semua dosa mereka di hadapan Allah melalui pengorbananNya yang menggantikan kita sekali untuk selamanya (Wah. 1:5, 6; 1 Pet. 2:9, 10). Di hadapan Allah, melalui Yesus Kristus, orang percaya adalah "kudus dan tak bercela dan tak bercacat" (Kol. 1:22). Inilah alasannya kita dapat disebut santo atau orang kudus. Puji nama Tuhan yang kudus!

IRAN MENANGKAP LUSINAN ORANG-ORANG KRISTEN

Berikut ini disadur dari International Christian Concern, 7 Januari 2011: "Iran dilaporkan telah menangkap lusinan orang-orang Kristen, banyak di antara mereka bertobat dari Islam, dalam suatu operasi yang dimulai bulan Desember lalu. Seorang pejabat Iran menuduh kelompok-kelompok Injili Protestan melakukan serangan budaya. Kelompok-kelompok Kristen di dalam Iran mengatakan bahwa Kementerian Bimbingan Islam di negara tersebut juga telah menyerang lusinan orang Kristen yang mereka tuduh melakukan aktivitas kristenisasi. 'Petugas-petugas keamanan yang bersenjata masuk ke rumah-rumah Kristen secara paksa, menyerang mereka secara fisik dan dengan kata-kata, lalu memborgol dan membawa mereka untuk interogasi," demikian dilaporkan oleh kelompok Middle East Concern yang berbasis di Siprus....Mencoba untuk menobatkan seorang Muslim menjadi Kristen atau agama lain adalah ilegal di Iran dan banyak negara Islam lainnya. Misionari Kristen secara rutin diusir dan kadang-kadang dipenjarakan karena membagikan Alkitab dan bahan-bahan rohani lainnya."

January 15, 2011

EVOLUSIONIS TERPAKSA PERCAYA ALIEN DAN PESAWAT LUAR ANGKASA

Di zaman Charles Darwin, suatu sel hidup dianggap sebagai suatu onggokan protoplasma yang sederhana. Beranjak dari ketidaktahuan ini, evolusionis seperti Alexander Oparin dan J.B.S. Haldane bisa saja percaya bahwa proses-proses alami dapat menghasilkan kehidupan. Namun demikian, di abad ke-20, ada ledakan pengetahuan tentang genetika dan mikro-biologi, dan kini diketahui bahwa sel hidup yang paling sederhana, dan bahkan protein-protein dan organel-organel sel tertentu, sangatlah luar biasa kompleks. Fakta ini telah memaksa sebagian evolusionis untuk mempercayai alien dan pesawat luar angkasa. Sebagai contoh adalah FRANCIS CRICK, salah satu dari dua penemu struktur pilin ganda DNA. Ia adalah seseorang yang percaya evolusi dan musuh kekristenan, tetapi ia menyadari bahwa kehidupan tidak mungkin secara spontan muncul dalam suatu "kolam hangat." Dalam bukunya Life: Its Origin and Nature, tahun 1981, Crick berteori bahwa kehidupan diciptakan di suatu tempat di alam semesta ini oleh suatu intelijensi yang tidak dikenal dan dikirim ke tata surya ini oleh alien-alien yang menggunakan teknologi pesawat luar angakasa. Ilmuwan Inggris, FRED HOYLE, dan astronomer CHANDRA WICKRAMASINGHE sampai kepada kesimpulan yang sama. Hoyle mengatakan, "Ide bahwa bukan hanya biopolimer dari suatu sel hidup, tetapi juga program operasinya, dapat muncul secara kebetulan dalam suatu sup primordial di sini di Bumi adalah omong kosong tingkat tinggi" ("The Big Bang in Astronomy, New Scientist, 19 November 1981, hal. 527). Bukannya membiarkan fakta ini membawa dia kepada Allah Pencipta, Hoyle malah percaya bahwa bumi telah berulang kali ditaburi benih kehidupan alien, dan bahwa penaburan benih tersebut adalah hasil suatu desain intelijen oleh suatu kuasa yang lebih tinggi yang tidak dikenal yang memiliki suatu "rencana penyerangan planet yang jelas" (Evolution from Space, hal. 126). RICHARD SHAPIRO, Ph. D. dalam kimia organik dari Harvard, juga berargumen bahwa kehidupan terlalu kompleks untuk muncul dari berbagai proses evolusi yang diajukan dan dalam buku Origins: A Skeptic's Guid to the Creation of Life on Earth, ia berspekulasi bahwa kehidupan mulai di luar angkasa. RICHARD DAWKINS, yang menyebut Allah dalam Alkitab sebagai "tokoh yang paling tidak menyenangkan dalam semua fiksi," mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Ben Stein bahwa ia juga mencurigai bhawa kehidupan ditaburkan ke atas bumi oleh alien. Ini dipublikasikan dalam documentary "Expelled: No Intelligence Allowed." EDITOR: Tentu saja mereka yang percaya bahwa kehidupan di bumi dibawa oleh alien dari luar angkasa harus bertanya: dari manakah alien itu datang? Sungguh menyedihkan melihat banyak orang, yang karena dosa, lebih mempercayai manusia diciptakan alien daripada diciptakan Allah.

MARIA KATOLIK BERADA DI ATAS SALIB DAN DI ATAS TAKHTA ALLAH

Tidak ada yang memperlihatkan kesesatan Roma Katolik lebih jelas daripada doktrin mereka tentang Maria. Menurut Roma, Maria dikandung tanpa dosa (immaculate), ikut serta dalam penderitaan Kristus bagi umat manusia, diangkat naik secara jasmani ke Surga, dimahkotai sebagai Ratu alam semesta, dan saat ini sedang berdoa bagi orang-orang berdosa. Dalam sebuah khotbah radio yang menutup acara Jubilee of Redemption, tanggal 28 April 1935, Paus Pius XI memberikan Maria gelar Co-redemptrix (sesama penyelamat). Setidaknya lima kali Paus Paul II menyebut Maria dengan gelar ini dalam pernyataan-pernyataan kepausannya. Dalam pidato publiknya tanggal 9 April 1997, ia mengatakan bahwa Maria "berkolaborasi dalam mendapatkan kasih karunia keselamatan bagi seluruh umat manusia" (Vatican Information Service). Paus ini mendedikasikan dirinya sendiri dan seluruh dunia kepada Maria. Buku The Glories of Mary yang cukup berpengaruh oleh Alphonsus Mary de Liguori, seorang "santa" Katolik, menyebut Maria sebagai Hidup kita, Pertolongan kita, Pembela kita, Penjaga kita, Pengantara kita, Keselamatan kita, dan Harapan orang-orang berdosa. Pasal 5 mengatakan, "doa-doa Maria diperlukan untuk keselamatan kita." Buku ini diuji 20 kali berdasarkan perintah Paus Urban VIII dan Paus Benedict XIV dan dikatakan tidak mengandung "satu pun kata yang patut dicela." Buku tersebut dinyatakan tanpa salah oleh Paus Puis VII dan Paus Leo XII. Paus John Paul II mengakui pengaruh dari Liguori dalam perasaan dia, yang sama dengan penyembahan berhala, terhadap Maria. Buku Liguori masih terus dipublikasikan hingga hari ini dengan rekomendasi dan dukungan dari berbagai otoritas Katolik. Di dalam basilika Santa Maria Maggiore di Roma, Maria duduk di sebelah kanan Yesus di takhtaNya dan dimahkotai oleh Yesus sebagai Ratu surga. Di luar basilika tersebut, Maria tergantung di atas salib bersama dengan Yesus. Maria juga tergantung di atas salib di Gereja Bunda Allah para Martir Polandia di Warsaw. Dalam gereja Santo Stanislaus Kostka di Chicago, Maria duduk di tempat Allah di atas Tabut Perjanjian.

PAUS BERKATA BAHWA ALLAH ADA DIBALIK BIG BANG

Gereja Roma Katolik, yang pernah menaruh bukunya Erasmus Darwin, Zoonomia, dalam daftar buku-buku terlarang, telah sejak lama menyerah kepada doktrin yang serupa. Paus Benedict XVI baru-baru ini mengatakan bahwa walaupun evolusi itu benar, Allah adalah penyebabnya. Ia mengatakan bahwa teori-teori ilmiah tentang asal-usul alam semesta tidak perlu konflik dengan "iman" tetapi mereka tidak dapat menjelaskan "keindahan dunia ini, misteri-misterinya, dan keagungannya dan rasionalitasnya" ("God was behind Big Bang," Reuters, 6 Janu. 2011). Paus "tidak melihat mengapa Allah tidak dapat memakai suatu proses evolusionis yang alami untuk membentuk spesies manusia." Hal ini adalah karena Paus tidak percaya Alkitab. Bukan saja Kejadian 1-11 ditulis dengan jelas sebagai sejarah, bukan puisi atau alegori, tetapi Yesus dan para Rasul pun membenarkannya sebagai sejarah. Dalam Lukas 17:26-32, sebagai contoh, Yesus menyinggung Nuh, bahtera, Air Bah, Lot, kehancuran Sodom oleh api, dan istri Lot. Di tempat lain Yesus menyinggung Penciptaan (Mar. 13:19), Adam dan Hawa (Mat. 19:4-6; Mar. 10:6-7), Kain dan Habel (Mat. 23:35; Luk. 11:50-51), dan Abraham (Yoh. 8:39-40). Kristus selalu memperlakukan kitab Kejadian sebagai sejarah, dan tidak mungkin menghargai Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat sambil mengabaikan pengajaranNya. Kakeknya Charles Darwin, Erasmus, mengkhotbahkan evolusi dalam bukunya Zoonomia yang dua jilid; atau buku The Laws of Organic Life (1794-96). Ia percaya bahwa suatu intelijensi menciptakan "filamen hidup" yang pertama, yang lalu menghasilkan semua kehidupan lain melalui evolusi.